( Bagian 2 )
ALLAH SWT TELAH MENJAMIN RIZKI SETIAP MAKHLUK-NYA
Dalam AlQuran Surah Al Isro' ayat 30, Allah berfirman :
Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Al Israak 30)
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ -الرعد: 11-.
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.
Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa seseorang mampu merubah nasib
dengan usaha sendiri, dan dengan izin Allah Swt. Ayat ini menguatkan kami pada masa-masa sulit awaal pernikahan kami. Kami berdua belum memiliki pekerjaan yaang mapan, suamiku hanyalah seorang guru swasta dan aku baarusan lulus kuliah yang bahkan ijazahku saja belum keluar waktu itu. Tapi kami tidak menganggap ini sebagai beban yang berat, kami tetap menikmati kebahagiaan masa-masa pengantin baru kami, kami yakin Allah akan meemberikan rezeki yang cukup pada saat kami memiliki anak nanti.
Dua bulan kemudian aku dinyatakan hamil oleh dokter, kami sangat bahagia. Untuk mempersiapkan masa depan kami bersama dengan anak-anak kami, kami membuat rencana apa yang harus kami lakukan. Aku menginginkan memiliki mesin jahit dan membuka bisnis konveksi, bisnis yang menurut kami dapat aku lakukan di rumah sambil merawat anak-anak kami, sedangkan untuk suamiku kami berharap dapat diterima sebagai PNS pada tahun itu. Pada usiaa kandunganku menjelaang 5 bulan kami mendapat informassi bahwa telah dibuka pendaftaran CPNS. Kesempataan ini tidak kami sia-siakan, karena kebetulan ijazahku sudah keluar akupun akhirnya ikut bersama ssuamiku mengikuti seleksi tes calon pegawai negeri sipil, meskipun saat itu aku tidak sungguh-sungguh ingin menjadi PNS, aku hanya berharap dalam do'aa-doaku menjelang pengumuman agar suamiku dapat diterima, karena aku sudah bulat ingin bekerja swasta saja sambil mengurus anak-anak kami.
Bersamaan dengan itu kami mulai menabung untuk persiapan kelahiran anak kami. Yang tidaak akan pernah kami lupakan adalah kami selalu menyebut uanga yang kami miliki dengan satuan juta. Kami ingin memotivasi diri kami, kami tidak ingin lemaah dalam keterbatasan. Ketika kami memiliki uang Rp. 200.000, kami katakan kami memiliki uang 1/5 juta, dan ketika uang simpanan kami bertambah Rp. 250.000,- kami menyebutnya 1/4 juta, ah .... begitu indah kami merasakan saat-saat itu meskipun kami hidup dalam keterbatasan. Dengan penuh keyakinan kami tetap memandang masa depan dengan optimis, Allah tidak akan membiarkan kami dan anak-anak kami kelaparan .
Tidak berselang lama akhirnya pengumuman hasil tes CPNS diumumkan, karena kehamilanku sudah cukup besar memasuki bulaan ke delapan, maka aku tidaak ikut melihat pengumuman, suamiku berangkat sendiri dengan harapan dan doa yang tidak henti aku panjatkan agar suamiku bisa diterima. sama sekali aku tidak berharap aku yang diterima. Waktu dua jam terasa begitu lama menungguh kedatangan suamiku membawa kabar gembira itu. Sambil terus bertasbih dalam hatiku aku terus bermohon agar suamiku lulus, lulus dan lulus.
Alhamdulillah, suamiku datang dengan wajah kebahagiaan. Harapan itu semakin besar, pasti suamiku berhasil diterima menjadi PNS. Ternyata tidak, aku justru sedih mendengar berita yang dia sampaikan dengan mata berkaca-kaca, dia gagal tetapi aku justru yang diterima masuk menjadi CPNS disebuah SMP. Berita itu membuat aku sedih, aku bersyukur karena Allah telah memberikan jalan untuk rizki kami, tetapi bukan ini yang aku kehendaki, aku inginkan suamiku yang berhasil, aku inginkan suamiku yang berada didepanku, biarlah aku tetap berada dibelakangnya untuk mensuport dan mendukungnya. tetapi Allah berkehendak lain.
Aku tidak bisa bayangkan betapa sangat sedihnya suamiku, tapi itulah kehendak Sang Penguasa Hajat Allah SWT, pasti Dia tahu yang terbaik untuk kami, pasti Dia telah memberikan yang terbaik untuk kami. Kami semakin yakin bahwa inilah Rizeki yang telah disiaapkan oleh Allah untuk anak kami. SUBHANALLAH .....
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf
لا يزيد في العمر إلا البر، ولا يرد القدر إلا الدعاء، وإن الرجل
ليحرم الرزق بخطيئة يعملها
“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf
لا يزيد في العمر إلا البر، ولا يرد القدر إلا الدعاء، وإن الرجل
ليحرم الرزق بخطيئة يعملها
“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf
Ayat terdekat yang bisa menjelaskan tentang pertanyaan anda adalah firman Allah ta’ala:
“Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul Kitab (Lauhul Mahfuzh).” [QS Ar Ra’du: 39] - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.s4BDTcTc.dpuf
يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
“Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul Kitab (Lauhul Mahfuzh).” [QS Ar Ra’du: 39] - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.s4BDTcTc.dpuf
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf
لا يزيد في العمر إلا البر، ولا يرد القدر إلا الدعاء، وإن الرجل
ليحرم الرزق بخطيئة يعملها
“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf
لا يزيد في العمر إلا البر، ولا يرد القدر إلا الدعاء، وإن الرجل
ليحرم الرزق بخطيئة يعملها
“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar