MADRASAH KEHIDUPAN


IBU YANG PERTAMA MENGENALKAN CINTA DAN KASIH SAYANG, IBU YANG PERTAMA MENGAJARKAN TENTANG KEBENARAN, IBU YANG MEMBERI WARNA KEHIDUPAN, IBU MADRASAH PERTAMA KEHIDUPAN

Jumat, 18 Maret 2016

MADRASAH KEHIDUPAN - 2

( Bagian 2 )

ALLAH SWT TELAH MENJAMIN RIZKI SETIAP MAKHLUK-NYA 



Dalam AlQuran Surah Al Isro' ayat 30, Allah berfirman :
 








Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Al Israak 30)

Ayat tersebut memiliki makna cukup dalam sebagai bentuk semangat untuk mengejar nasib dan rizeki yang sudah ditetapkan oleh Allah. Aku dan suamiku sering berdikusi serius membedah makna ayat tersebut,  yang kemudian  melahirkan prinsip dalam pandangan kami melihat rizeki Allah sebagai bentuk kekuatan potensial yang harus diperjuangkan.  Sebaagaimana firman Allah  ta’ala :

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ -الرعد: 11-.
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. 

Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa seseorang mampu merubah nasib dengan usaha sendiri, dan dengan izin Allah Swt. Ayat ini menguatkan kami pada masa-masa sulit awaal pernikahan kami. Kami berdua belum memiliki pekerjaan yaang mapan, suamiku hanyalah seorang guru swasta dan aku baarusan lulus kuliah yang bahkan ijazahku saja belum keluar waktu itu. Tapi kami tidak menganggap ini sebagai beban yang berat, kami tetap menikmati kebahagiaan masa-masa pengantin baru kami, kami yakin Allah akan meemberikan rezeki yang cukup pada saat kami memiliki anak nanti. 
Dua bulan kemudian aku dinyatakan hamil oleh dokter, kami sangat bahagia. Untuk mempersiapkan masa depan kami bersama dengan anak-anak kami, kami membuat rencana apa yang harus kami lakukan. Aku menginginkan memiliki mesin jahit dan membuka bisnis konveksi, bisnis yang menurut kami dapat aku lakukan di rumah sambil merawat anak-anak kami, sedangkan untuk suamiku kami berharap dapat diterima sebagai PNS pada tahun itu. Pada usiaa kandunganku menjelaang 5 bulan kami mendapat informassi bahwa telah dibuka pendaftaran CPNS. Kesempataan ini tidak kami sia-siakan, karena kebetulan ijazahku sudah keluar akupun akhirnya ikut bersama ssuamiku mengikuti seleksi tes calon pegawai negeri sipil, meskipun saat itu aku tidak sungguh-sungguh ingin menjadi PNS, aku hanya berharap dalam do'aa-doaku menjelang pengumuman agar suamiku dapat diterima, karena aku sudah bulat ingin bekerja swasta saja sambil mengurus anak-anak kami. 
Bersamaan dengan itu kami mulai menabung untuk persiapan kelahiran anak kami. Yang tidaak akan pernah kami lupakan adalah kami selalu menyebut uanga yang kami miliki dengan satuan juta. Kami ingin memotivasi diri kami, kami tidak ingin lemaah dalam keterbatasan. Ketika kami memiliki uang Rp. 200.000,  kami katakan kami memiliki uang 1/5 juta, dan ketika uang simpanan kami bertambah Rp. 250.000,- kami menyebutnya 1/4 juta, ah .... begitu indah kami merasakan saat-saat itu meskipun kami hidup dalam keterbatasan. Dengan penuh keyakinan kami tetap memandang masa depan dengan optimis, Allah tidak akan membiarkan kami dan anak-anak kami kelaparan .
Tidak berselang lama akhirnya pengumuman hasil tes CPNS diumumkan, karena kehamilanku sudah cukup besar memasuki bulaan ke delapan, maka aku tidaak ikut melihat pengumuman, suamiku berangkat sendiri dengan harapan dan doa yang tidak henti aku panjatkan agar suamiku bisa diterima. sama sekali aku tidak berharap aku yang diterima. Waktu dua jam terasa begitu lama menungguh kedatangan suamiku membawa kabar gembira itu. Sambil terus bertasbih dalam hatiku aku terus bermohon agar suamiku lulus, lulus dan lulus.
Alhamdulillah, suamiku datang dengan wajah kebahagiaan. Harapan itu semakin besar, pasti suamiku berhasil diterima menjadi PNS. Ternyata tidak, aku justru sedih mendengar berita yang dia sampaikan dengan mata berkaca-kaca, dia gagal tetapi aku justru yang diterima masuk menjadi CPNS disebuah SMP. Berita itu membuat aku sedih, aku bersyukur karena Allah telah memberikan jalan untuk rizki kami, tetapi bukan ini yang aku kehendaki, aku inginkan suamiku yang berhasil, aku inginkan suamiku yang berada didepanku, biarlah aku tetap berada dibelakangnya untuk mensuport dan mendukungnya. tetapi Allah berkehendak lain.
Aku tidak bisa bayangkan betapa sangat sedihnya suamiku, tapi itulah kehendak Sang Penguasa Hajat Allah SWT, pasti Dia tahu yang terbaik untuk kami, pasti Dia telah memberikan yang terbaik untuk kami. Kami semakin yakin bahwa inilah Rizeki yang telah disiaapkan oleh Allah untuk anak kami. SUBHANALLAH .....

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لا يزيد في العمر إلا البر، ولا يرد القدر إلا الدعاء، وإن الرجل ليحرم الرزق بخطيئة يعملها

“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لا يزيد في العمر إلا البر، ولا يرد القدر إلا الدعاء، وإن الرجل ليحرم الرزق بخطيئة يعملها

“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf

Ayat terdekat yang bisa menjelaskan tentang pertanyaan anda adalah firman Allah ta’ala:

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

“Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul Kitab (Lauhul Mahfuzh).” [QS Ar Ra’du: 39] - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.s4BDTcTc.dpuf
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لا يزيد في العمر إلا البر، ولا يرد القدر إلا الدعاء، وإن الرجل ليحرم الرزق بخطيئة يعملها

“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لا يزيد في العمر إلا البر، ولا يرد القدر إلا الدعاء، وإن الرجل ليحرم الرزق بخطيئة يعملها

“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” [HR Ibnu Majah (90). Hadits hasan - See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.co.id/2013/08/apakah-takdir-dapat-berubah.html#sthash.r4knfS8T.dpuf

Kamis, 17 Maret 2016

MADRASAH KEHIDUPAN - 1



(Bagian 1 )
ALLAH SUDAH MENETAPKAN JODOHKU


 
 Semua orang Islam tentu tidak asing dengan pandangan bahwa pasangan hidup –baik suami mupun isteri– setiap manusia sudah ditetapkan oleh Allah swt, pandangan tersebut disandarkan kepada dalil-dalil berikut :

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ [الروم/21]

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari diri kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar-Rum [30]: 21)
 

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ [النحل/72]

“Allah menjadikan bagi kalian isteri-isteri dari diri kalian dan menjadikan bagi kalian dari isteri-isteri kalian itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka Mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?.” (QS. An-Nahl [16]: 72)
Dan itulah yang terjadi, sebelum kami menikah aku dan suamiku sama- sekali tidak pernah saling bertemu apalagi saling mengenal, meskipun sebenarnya dia masih ada hubungan saudara dengan keluarga kami. Ayah suamiku sepupu dari ayahku semestinya hubungan persaudaraan ini tidaklah jauh. Suamiku juga bercerita setiap lebaran dia selalu datang ke rumahku tapi tidak pernah melihatku demikianpun denganku. Rumah kamipun tidak terlalu jauh orang tua kami sering saling berkunjung, tapi anehnya kami justru tidak saling mengenal. Mungkin hal itu terjadi karena sejak SMA kami sudah bersekolah di luar daerah kami. Saya melanjutkan study di Surabaya dan suami di kota yang lain juga, demikian pula saat kami kuliah saya memilih kulaih di Malang dan suami di Semarang. Jarak yang cukup jauh untuk saling kenal. Semasa sekolah tidak sedikit juga teman-teman yang mendekati kami, menyediakan diri untuk menjadi “teman dekat” kami, tapi tidak satupun yang menarik hatiku sehingga  membuat aku berfikir untuk menjalin hubungan serius dengan salah satu teman yang mendekatiku, ternyata pun demikian dengan suamiku, berbekal  wajah yang tampan ( menurutku sih !?) dan  sebagai aktifis senat pada masa itu dia cukup popular tetapi tidak satupun mahasiswi yang mampu meluluhkan hatinya untuk mendapat pernyataan cintanya, meskipun pada saat itu dia bisa memilih yang tercantik atau yang terpandai, tapi hatinya belum terbuka saat itu. Sampai kami sama-sama lulus, kami masing-masing masih sendiri.
Suamiku lulus setahun lebih awal dariku, setelah lulus dia bekerja di yayasan orang tuaku, saat itu aku semester akhir tinggal menunggu yudisum, sehingga aku banyak waktu untuk pulang kerumah diselah kekosongan kuliahku. Saat itulah aku  mulai mengenalnya, kami benar-benar cocok, kami sering berdiskusi banyak hal, kami bisa bercanda tentang apapun, dan saat itulah  aku merasa aku mulai merasakan sehati, dan ternyata perasaan kami sama kami saling merasa cocok. Dan orang tua kami segera tahu dan segeralah kami menikah tidak lebih dari empat bulan setelah dia menyatakan niatnya untuk menikah denganku. Subhanallah Allah telah memilihkan jodoh terbaik untukku. Semasa kuliah pada saat semua teman kuliahku jalan bersama pasangannya masing-masing pada saat itu, aku hanya berfikir apakah nanti aku akan menemukan jodohku ? Kenapa aku tidak merasa tertarik pada teman-teman yang mencoba mendekatiku ? hanya ada satu keyakinan pada saat itu bahwa Allah telah menetapkan jodohku  pasti Dia akan mempertemukanku dengan jodohku pada suatu saat nanti, dan pasti dia adalah yang terbaik menurutNya karena aku selalu minta jodoh yang terbaik untukku didunia dan akherat, yang dapat membimbing dan menjadi imamku. Dan semuanya terbukti …. Subhanallah …… Suamiku adalah Imamku, Sahabatku dan Kekasihku terbaik .....

Minggu, 11 Oktober 2015

BUKTI KEKUASAAN ALLAH ADA DISEKITAR KITA ...

  Dalam sebuah ayat Al Qur'an dikisahkan bahwa pada saat Nabi Sulaiman dan bala tentaranya sedang melintasi sebuah jalan yang di jalan itu terdapat gerombolan semut Allah menyebutkan bahwa semut-semut tersebut berkata  satu sama lain.
"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";" [QS. An-Naml ayat 18]
Bagi seorang muslim, apa yang disampaikan Allah dalam kitab suci Al Qur'an adalah benar adanya tanpa ragu sedikitpun. Namun bagi non Muslim, firman Allah dalam Al Qur'an menjadi sesuatu yang menarik untuk diteliti kebenarannya. Dan fakta kebenaran Alquran kembali terungkap, Melalui sebuah penelitian ilmiah. Science Magazine yang terbit pada 6 Februari 2009seorang peneliti mempublikasikan hasil penelitian ilmiah  yang menyatakan semut dapat berbicara. Dalam penemuan tersebut terungkap bahwa kemajuan teknologi audio yang canggih memungkinkan para ilmuwan untuk  meneliti  bahwa semut-semut secara rutin berbicara antara satu dengan yang lainnya.
Semut Sebagian besar memiliki  papan alami dan plectrum yang terdapat dalam perut mereka yang dapat mengeluarkan suara sebagai media untuk berkomunikasi dengan sesamanya.
Menggunakan microfon dan speaker mini yang canggih yang dapat dimasukkan kedalam sarang semut, peneliti tersebut  menemukan bahwa ratu semut dapat mengeluarkan instruksi kepada para pekerja mereka.
Para peneliti yang berhasil membuat rekaman  dari semut ratu berbicara, juga menemukan bahwa serangga lain pun meniru hal yang persis sama. Kupu-kupu besar Rebel adalah salah satu dari sekitar 10.000 makhluk yang memiliki hubungan parasit dengan semut dan sekarang ditemukan telah belajar untuk meniru suara dengan menggunakan sinyal kimia.

Hasil penelitian beberapa dekade yang lalu telah menunjukkan bahwa semut mampu membuat panggilan menggunakan alarm berbunyi, tetapi baru-baru ini hasil riset telah menunjukkan bahwa kosa kata mereka mungkin jauh lebih besar dan mereka juga dapat "berbicara" satu sama lain. Profesor Jeremy Thomas, dari University Oxford, mengatakan kemajuan teknologi telah memungkinkan penemuan baru, hal itu karena komunikasi semut bisa direkam secara subjektif.
Para peneliti melakukan penelitian dengan cara memasukkan speaker mini yang berisi rekaman suara ratu semut ke dalam sarang semut kemudian memutarnya. Hal ini ternyata mampu menarik perhatian para semut dan membuat mereka bersiaga.
"Ketika kami memutar suara ratu yang mereka lakukan kemudian adalah bersiap siaga. Mereka akan bergerak berdiri sambil mengulurkan antena mereka ke depan dan rahang (capit) mereka terbuka selama berjam-jam. Siapa saja makhluk asing yang berada di dekat mereka, mereka akan serang," katanya.
Dia menggambarkan bagaimana semut akan melakukan gerakan menekan antena mereka ke arah speaker seperti mereka menyambut yang lain dalam sarang semut.
"Kita pasti pernah lihat semut bersalaman ketika mereka bertemu. Seperti itulah mereka melakukannya." lanjutnya.
Profesor Thomas masih belum mengetahui dengan pasti tentang berapa jumlah semut yang mengandalkan suara untuk bahasa mereka, namun ia menduga penelitian lebih lanjut akan mengungkapkan kosakata yang lebih luas daripada yang terlihat sebelumnya.
Sedangkan menurut buku "Encyclopedia of Entomology" karangan John L. Capinera halaman 92, dikatakan setidaknya ada 4 jenis senyawa kimia yang dikeluarkan semut dalam berkomunikasi, dengan mengambil contoh semut African Weaver:
Hexanal: Zat ini menarik perhatian dan membangunkan ketertarikan mereka.
Hexanol: Semut-semut menjadi siaga dan berlarian ke segala arah dalam rangka mencari sumber masalah.
Undecanone: Saat dipancarkan, ini menarik semut ke sumber bahaya, dan membuat mereka menggigit semua objek asing pada daerah semut.
Butyloctenal: Meningkatkan agresi dan kesiapan mereka untuk mengorbankan diri.
Dalam surat An-Naml ayat 18 di atas, kira-kira seperti inilah percakapan para semut tersebut:
1. "Hai para semut": dalam tahap ini, Hexanal di keluarkan, memasuki fasa alerting dimana semut tersebut meminta perhatian semut yang lain.
2. "kembalilah ke sarangmu" : dalam tahap ini, Hexanal lebih intense dikeluarkan, menyebabkan apa yang dikatakan oleh John L. Capinera di atas, semut-semut berlari dengan cepat dan acak, serta mengubah arah.
3. "agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya" : dalam tahap ini, Hexanol di keluarkan, mengakibatkan fasa attraction dan stopping dimulai, di mana perhatian para semut di arahkan kepada source atau sumber bahaya, dalam hal ini adalah Sulaiman dan tentaranya.
4. "sedangkan mereka tidak menyadari" : dalam tahap ini, semut-semut itu di perintahkan untuk holding, bukan bitting. Undercanone dan Butyloctenal dalam kadar tertentu bersama-sama menentukan jenis pertahanan apa yang harus mereka buat untuk mempertahankan diri dan sarang mereka. Dalam hal ini yang diperintahkan adalah "hold" atau tunggu. "Jangan serang, karena mereka tidak menyadari. Mereka tidak sengaja akan menginjak kita dan menyerang kita".
Inilah kebesaran  Alquran yang telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah.
Sumber: http://www.makintau.com/…/semut-berbicara-didalam-alquran-i…

Jumat, 02 Desember 2011

SPIRITUAL DALAM KEKUASAAN

Adalah Utsman Bin Affan, kholifah ketiga dari khulafaur rosyidin dan sang pemilik spiritualitas yang tinggi yang mendapat gelar "Dzun Nurain" merupakan klolifah yang berhasil memadukan antara kekhusukan dan kekuatan, spiritualitas dan kekuasaan dalam kepemimpinannya.  Kepemimpinan kholifah Usman patut menjadi tauladan.

Suatu ketika Rosulullah sedang bercengkerama dengan Abu Bakar dan Umar, dengan keadaan paha beliau sedikit tersingkap dan itu dibiarkan. Namun ketika Usman Bin Affan mendatangi majlis tersebut, beliau segera menarik kain menutup paha beliau yang sedikit tersingkap. 

Umarpun bertanya " Wahai Rasulullah, ketika ada Abu bakar dan saya engkau biarkan terbuka. namun ketika Ustman datang engkau segera menutupnya. ?. 

Rasulullah bersabda: " Apakah aku tidak malu kepada seseorang yang malaikat saja malu kepadanya ". 

Usut punya usut ternyata Usman adalah seorang khalifah yang paling hati-hati menjaga auratnya, bahkan dalam riwayat dikatakan, dia tidak pernahmelihat auratnya sendiri, kecuali sangat-sangat terpaksa.

Sungguh ini adalah perpaduan yang sangat dahsyat antara spiritualitas dan kekuasaan, antara kekhusu'an dan kekuatan. Spiritual dalam kekuasaan akan menjadikan seorang pemimpin mempunyai kejelasan dalam pertanggung jawaban, tertuang dalam "al masuliyyatul 'udzma", bahwa pertanggung jawaban utama mereka adalah di hadapan Allah SWT sebelum kepada rakyat dan warganya. 

Titah kholifah dalam membangun kekokohan spiritualitas ini, beliau mengatakan : " Aku melihat kebaikan itu dalam empat hal: Bermesraan bersama Allah dalam sholat-sholat sunnah, Beramal dengan hukum-hukum  Allah, Ridlo dengan keputusannya, dan malu kepadanya dengan sebenar-benarnya malu". Jika ini diabaikan, jangan heran kalau jabatan bagaikan sepiring kue yang diperebutkan oleh anak-anak kecil yang belum punya rasa malu.

Wallahu a'lam bissowab
U-ma

Kamis, 29 September 2011

RENUNGAN .....

DIBALIK PENCIPTAAN MANUSIA

Perhatikan yang telah diciptakan Allah dalam rahim gulita dan lapisan tirai dari air yang hina, dan gumpalan  yang tidak berbentuk, kemudian embrio, kemudian bayi yang menetek, kemudian menjelma menjadi bocah  yang lucu, dan setelah itu menjadi anak muda yang tumbuh dewasa. lalu Dia memberinya hati untuk mengingat, lidah yang pandai berbicara, dan mata yang mampu melihat  hamparan dunia, supaya dia mengambil pelajaran (dari apa yang ada disekelilingnya), memahaminya, mengikuti nasehat, teguran, atau peringatan, dan menjauhkan diri dari dosa.
Setelah  tumbuh dewasa dan badannya tumbuh berkembang menjadi kekar, dia pun menjadi arogan dan mulai kebingungan. Diikutinya terus hasrat nafsunya, waktunya dihabiskan untuk memenuhi keinginan dan kesenangan duniawi dan tujuan rendahnya. Dia tidak takut dosa dan kemalangan. Dan pada akhirnya si fulan yang terlahir dengan suara tangis nan keras dan lucu itu pun mati dalam kondisi tenggelam dalam dosa.
Kemudian dia dibungkus dengan kain kafan, dan saat itu dia yang semua orang takut gelegar bentakannya hanya terdiam kaku dan sepenuhnya tunduk pada orang lain.  Diatas papan dia  terbaring pasrah diusung oleh sejumlah orang muda  yang dulu sangat membencinya beserta saudara-saudaranya yang meratapinya ke rumah kesendiriannya. Kemudian orang-orang yang menyertainya pergi meninggalkannya, dan orang-orang yang meratapinya pulang ke rumah masing-masing. Dan setelah itu, dia dibangunkan oleh malaikat  untuk menghadapi pemeriksaan yang mengerikan. Bencana besar dalam kubur terjadi, luapan air yang panas dan nyala api yanng dahsyat membakar tubuhnya. Tidak  ada waktu  istirahat sepanjang waktu keabadian. Naudzubillaminzalik...
Wahai makluk Allah, sesungguhnya ketika orang-orang yang diberi usia panjang, harta yang melimpah, diberi pelajaran dan peringatan akan diminta pertanggung jawabannya dihadapan Allah SWT. Alangkah indahnya ketika waktu-waktu yang dikaruniakan oleh Allah pada kita dalam setiap detiknya memiliki nilai ibadah. Alangkah indahnya jika pada saat akhir hayat, kita meninggalkan orang-orang yang mencintai kita dengan tersenyum, serta menunggu sangkakala dengan tidur  dan selanjutnya terbangun dalam surga keabadian. Mudah-mudahan Allah membukakan jalan kebaikan dalam kehidupan di dunia dan diakherat kelak, amiiin.