MADRASAH KEHIDUPAN


IBU YANG PERTAMA MENGENALKAN CINTA DAN KASIH SAYANG, IBU YANG PERTAMA MENGAJARKAN TENTANG KEBENARAN, IBU YANG MEMBERI WARNA KEHIDUPAN, IBU MADRASAH PERTAMA KEHIDUPAN

Rabu, 03 Agustus 2011

POLIGAMI

POLIGAMI MENJADI ISYU SENSITIF BAGI MASYARAKAT, TERUTAMA BAGI KAUM PEREMPUAN.  Ini disebabkan karena dampak poligami pada akhirnya merugikan bahkan menyakitkan bagi kaum perempuan. Perempuan selalu menjadi korban dari praktik poligami. Alih-alih menyelamatkan martabat perempuan dan anak-anaknya sebagaimana poligami yang dilakukan oleh Rosulullah, poligami yang dilakukan dimasyarakat kita seringkali justru memporak porandakan jainan kasih sayang keluarga.
Belakangan poligami marak dibicarakan dikalangan masyarakat, bahkan muncul sebuah club yang dengan getol meng"kampanye"kan poligami sebagai salah satu solusi sosial dengan berbagai alasan, diantaranya:   bahwa  poligami merupakan obat mujarab untuk mendapatkan cinta Allah, sinyalemen yang menguatkan pandangan tersebut sering diungkapkan yakni  "Istri yang mau dipoligami akan mendapatkan surga kelak di akhirat ? Jika alasan utama untuk mendapatkan surga Allah sebagai kompensasi atas kesusahan yang dirasakan perempuan karena poligami, maka mengapa untuk dekat dengan Allah dan mendapatkan surgaNya harus melewati jalan kesusahan dahulu, padahal Allah selalu memudahkan hamba-Nya, ,masih banyak jalan lain untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Alasan yang lainnya adalah poligami sebagai solusi atas ketidakberimbangnya jumlah laki-laki dan perempuan. "Jika demikian, maka perempuannya perempuan  yang mana ? jika ini yang menjadi masalah maka yang harus dilakukan adalah pemberdayaan potensi, kapasitas, dan kemampuan perempuan. Yang terpenting apakah sinyalemen itu benar dan apa sudah di dukung oleh data penelitian yang akurat ?
Poligami juga disebut sebagai penyelamat dari perzinahan." Allah menciptakan manusia dilengkapi dengan kebutuhan biologis yang berupa dorongan seksual. Dorongan seksual yang diberikan Allah dapat dikelolah, dikontrol, dan dikendalikan. Seorang yang lajang mengendalikan dorongan seksualnya dengan puasa, sedangkan bagi yang sudah menikah dapat menyalurkan dorongan seksualnya dengan pasangannya.
Tidak ada alasan yang tepat untuk melakukan poligami kecuali apa yang telah dicontohkan oleh Rosulullah saw, yaitu sangat terkait dengan aspek normatif dan realitas empiris utnuk menyelamatkan martabat perempuan-perempuan yang dinikahi oleh rosul kala itu dengan persyaratan yang jelas dan tidak dapat dilakukan oleh laki-laki biasa yaitu 'adil'.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar