MADRASAH KEHIDUPAN


IBU YANG PERTAMA MENGENALKAN CINTA DAN KASIH SAYANG, IBU YANG PERTAMA MENGAJARKAN TENTANG KEBENARAN, IBU YANG MEMBERI WARNA KEHIDUPAN, IBU MADRASAH PERTAMA KEHIDUPAN

Jumat, 30 April 2021

RAHASIA HATI SYAFIA 26

 



Sehari, dua hari, hingga hari ke empat waktu yang diberikan Ana kepada Syafia, dan Syafia belum menemukan jawab. 

Sebagai sebuah ikhtiar Syafia lakukan, dia ingin mengetahui kabar dan keberadaan Andi. Apakah Andi sudah menikah dan benar-benar sudah melupakan dirinya? 

Beberapa teman SMA yang mengenal Andi telah dihubungi Syafia dan tak satupun mengetahui kabar dan keberadaan Andi. Barangkali karena mereka tidak satu angkatan dengan Andi? Andi lulusan angkatan dua tahun sebelum Syafia. Saat Syafia masuk ke SMA mereka Andi sudah kelas 3, mereka saling mengenal pertama kali saat Andi menjadi panitia masa orientasi siswa baru atau yang sering mereka sebut dengan MOS. 

Saat itu Andi terkesn dengan Syafia karena Syafia sosok siswa yang cantik, cerdas dan pemberani. Bahkan ketika itu Syafia jadi obyek perbincangan kakak kelas mereka yang jadi panitia MOS. Hingga di akhir kegiatan MOS Syafia mendapat predikat peserta terfavorit, tentunya adalah peserta favorit panitia terutama yang cowok. 

Sejenak fikiran Syafia melayang jauh ke belakang 10 tahun yang lalu, saat itu sore dengan situasi agak gelap karena mendung yang menggantung tebal. Syafia nampak berdiri seorng diri dipinggir jalan depan sekolah menunggu jemputan sang ayah yang belum juga datang. 

" Hai... Kok belum pulang" Terdengar suara yang terdengar berat dari belakang. 

" Oh iya ... Masih menunggu jemputan" Jawab Syafia agak kaget. Syafia melihat seorang pemuda dengan perawakan tinggi besar, berwajah tampat di atas  motornya, yang tiba-tiba berhenti di depannya. Syafia agak grogi karena dia tahu, dia adalah Andi sang kakak senior yng menjadi idola. Syafia tidak menyngka, Andi yang biasanya cool mendekati dan menyapa dirinya. 

" Tunggu saja di kantor satpam... Sebentar lagi di sini hujan" Kata Andi. 

" Tidak kak... Di sini saja... Sebentar lagi asti Papa segera datang " Jawab Syafia agak sedikit kaku. 

" Baiklah... Aku duluan ya " Lanjut Andi smbil menyalakan mesinnya, berpamitan pada Syafia. 

Pertemuan pertama yang sangat mengesankan bagi Syafia, yang selanjutnya berkembnag menjadi rasa kagum, sayang dan jatuh cintasetelah bertemuan-pertemuan merek berlanjut semakin sering. Mereka berdua nampak sangat akrab di sekolah, semua teman mereka tahu Syafia dan Andi pasangan yang sangat cocok dan kompak. Syafia cantik dan Andi ganteng, disamping keduanya adalah siswa cerdas yang selalu menjadi juara di kelasnya. 

_________

Syafiae menarik nafas panjang, dia merasa tersiksa dengn perasaannya kepada Andi yang kian menyeskkan dada. Syafia kadang merasa berdosa dengan rasa cintanya yang tka mampu di tepiskan, bahkan di sujud malamnya dia selalu menangis dan memohon agar rasa cintanya pada Andi Allah hilangkan. Namun semkin Syafia mencoba melupakan dan membuang rasanya kepada Andi, semakin kuat rasa iku mencabik-cabik hatinya. 

" Ya Allah... Ku mohon hanya satu cintaku untukMu, ku ingin aku hanya bercinta dengan Mu... Hilangkan rasa cinta fana ini dari dalam hatiku ya Allah.... Ku Mohon hapus semua rasa dan ingatanku tentang mas Andi " Pintanya dalam hampir disetiap sudut malam Syafia. 

" Aku takut rasa ini akan menjadi dosa bagiku yaa Allah... Aku takut rasa ini akan menjauhkanku dariMu yaa Allah... Aku tinggalkan mas Andi karenaMu... Ku ingin gantikan rasaku yang fana ini dengn cinta ke kl hnya untukMu Allah... Tolonglah aku" Tangis Syafia dalam doanya. 

Pernah dalam suatu kesempatan kajian Islam Syafia bertanya tentang perasaan cinta dalam kepada ikhwan apakah sebuah dosa?! 

" Rasa cinta kepada sesama mahluk Allah, sesama manusia, bahkan kepada orang tertentu lawan jenis adalah karunia dari Allah... InsyaAllah rasa cinta itu datangnya dari Allah, maka tidak akan menjadi suatu dosa. Rasa itu akn menjadi dosa jika dengannya kita menjadi lupa kepada Allah, lupa syariat-syariat Allah bagaimana berkhalwat dan menjaga diri dari zina... Jadi bukan rasa cinta itu yang menjadikan dosa, dosa itu akn terjadi karena perbuatan oleh rasa cinta itu... InsyaAllah demikian ukhti.. Wallahu'alam" Jawab ustadz jalan itu. 

Meski demikian, Syafia masih saja merasa bersalah dan takut menjadi dosa dengan perasaannya ini pada Andi yang bukan siapa-siapa nya dia. 

_________

Tiba-tiba handphone Syafia berdering, dia lirik sejenk dan membiarkan saja HP menari-nari di atas meja kerjanya, ternyata dari sebuah nomor yang tidak dia kenal. Sudah menjadi kebiasaan Syafia tidak mengangkat panggilan dari nomor-nomor yang tidak dia kenal, karena dia memang tidak pernah memberikan no HP nya kepada siapapun kecuali teman kantor dan teman-teman sekolah dan kuliah yang masih sering komunikasi dengannya. 

Handphone Syafia berdering kembali dan tetap saja dia  abaikan setelah dilihat dari nomor yang sama, dan tidak lama sering itu pun berhenti. Barangkali seseorang diseberang sana berfikir Syafia tidak mau mengangkat karena tidak mengenal nomornya. 

Namun, Syafia tetap penasaran ingin tau siapa yang sudah menelphonenya, Syafia mencoba membuka nomor WA dan melihat profilnya. Syafia kaget, tak ayal hatiny berdebar kencang, dia melihat di foto profil itu adalah sosok yang sangat dijebloskan bahkan sering hadir ke mimpinya, dengan penampilan yang jauh lebih matang dan lebih dewasa, ternyata Nomor yang tidak di kenal itu adalah nomor Andi. 

NEXT

Selasa, 27 April 2021

RAHASIA HATI SYAFIA 25

 



"Assalamualaikum mama.. "Ucap Syafia pelan, smbil memegang nisan malam mamanya. 

" Maaf mama... Syafia baru bisa mengunjungi mama.. " Nadanya terbata, nafasnya sengal dan tangis Syafia pecah. 

Sesaat Syafia tidak dapat berkata-kata, di belum mampu mengatur nafas dan menghentikan tngisnya yang tertumpa. Syafia menangis sejadi-jadinya, seakan lewat suara tangisnya dia sedang tumpahkan semua beban yang selama ini ditanggungnya. 

"Mama giman kabarnya?! Semoga mama bahagia di sisi Allah SWT.. " Lanjutnya setelah tangisnya mereda. 

"Kabar kami baik mama, aku d lulus kuliah dan sekarang sudah kerja, Syifa juga sudah masuk kuliah... Semoga Aku mampu membiayainya sampai selesai mama... " Kembali air mata Syafia deras mengalir. 

"Aku sangat rindu mama... Aku butuh mama... " Ujarnya terbata sambil menelungkupkan wajahnya di nisan putih yng sudah nampak kehitaman berlapir tanah. 

" Mama... Aku berjanji tidak akan tinggalkan Syifa mama... Aku tidak ingin menikah mama sebelum Syifa berhasil selesaikan kuliahnya dan menikah... " Syafia mencurahkan rahasia hatinya yang tak pernah disampaikan kepada siapapun termasuk adiknya Syifa.  

" Ma... Bagaimana aku harus menolak khitbah ukhti Ana? Aku tidak mau jadi istri kedua ma... Aku tidk mau menyakiti siapapun dan juga disakiti oleh siapapun ma... Aku tidak mau berbagi suami mama... Tapi, selama ini ukhti Ana dan ustadz Hamid sudah banyak menolong aku dan Syifa ma... Aku harus bagaimana mama??!  Syafia diam sesaat sambil mengusap air matanya. 

"Aku masih mencintai mas Andi mama.... Aku ingin menikah hanya dengan mas Andi saja.. " Syafia dadanya semakin sesak, kembli tangisnya pecah, air matanya tertumpah, bagai air bah yang selama ini terkumpul dan tertahan dalam waduk besar yang kian rapuh. Tangisnya cukup memilukan, ndak tau apakah sang mama bisa mendengarkan? Tetoi lebih penting dari itu Syafia sudah mengeluarkan semua beban. Tidak ada lagi rahasia di bilik hati Syafia, semua sudah di katakan. 

Selanjutnya Syafia berbalik menghadap malam yang ada di sebelahnya, hampir sama dengan ko disi malam mamanya, makam papanya juga nampak sangat tidak terawat. 

"Assalamualaikum Papa... " Sapanya kepada makam bisu sang papa. 

"Apa kabar papa di sana apakah bisa berjumpa dengan mama..?! Tanyanya dalam kebisuan,  hatinya mulai bergetar. Sesaat air mata Syafia kembali tumpah, dia tak lagi mampu berkata-kata. 

" Ayah... Maafkan aku tidak sekuat ayah... Aku tidak bisa menjaga dan mempertahankan hasil kerja ayah... Mobil, rumah dan semua aset yang papa kumpulkan dengan susah payah kini telah habis terjual ... Papa jangan marah ya... Maafkan Syafia" Kata Syafia lirih, air matanya sudah mulai mengering. Syafia tidak dapat bercerita banyak kepada sang papa, seperti saat kedua orang tuanya masih ada, Syafia lebih dekat dengan mamanya, dia sellau bercerita apapun kepada sang mama. Berbeda dengan adiknya Syifa yang lebih dekat dengan sang papa. 

Syafia sengaja tidak mengajak Syifa ziarah ke makam kedua orang tuanya, karena kepergian Syafia berziarah ke makam kedua orang tuanya karena dia ingin menumpahkan semua rahasia hatinya yang selama ini dia simPATI rapat di bilik hatinya. Syafia tidak ingin Syifa tahu apa yang menjadi rahasia hatinya, deritanya, apalagi sedihnya. Syafia terlalu sayang kepada Syifa, sehingga meski adiknya sudah mulai menginjak dewasa dia masih tidak bisa berbagi dengan adiknya. 

NEXT

Senin, 26 April 2021

RAHASIA HATI SYAFIA 24

 


Syafia berada pada kebimbangan, antara harus menerima khitbah ukhti Ana untuk suaminya ataukah menunggu Andi yang setiap saat hadir dalam mimpinya yng barangkali adalah jawab dari sholeh istiharohnya? 

Ustadz Hamid bukan sosok biasa, barangkali tidak ada wnita yang mmpu menolak kharismanya. Perawakannya yang tegap, dengan aura wajah yang sejuk dan teduh menampakkan kewibawaannya. Ustadz Hamid juga seorang laki-laki yang lembut dan perhatian. Bahkan dengan sipa saja yang berada di sekitar beliau, dengan karyawan atau ustadz - ustadzah, beliau selalu menyapa duluan jika bertemu. Keteladanan beliau membuat semua civitas akademik di Ar Rahmah Boarding School disiplin dan tepat waktu. Beliau selalu hadir duluan sebelum kami, dengan senyum khas beliau menyambut kami yang kadang terlambat dan menjawab salam beliau dengan malu dan rasa bersalah. 

Ustadz Hamid sosok pria pengayom, selalu mendengar keluhan anak buahnya tentang permasalahan apapun dengan penuh perhatian , dan memberikan solusi yang bijak. 

Beliau sosok sempurna, sesempurn istrinya ukhti Ana Sholihah yang cantik, pintar dan sholihah. 

"Aaahh.... " Syafia berusaha menepis bayangan ustadz Hamid yang jika dia setuju akn menjadi suaminya. 

Namun masih ada alasan dalam hati Syafia yang masih menjadi rahasia yang dia simpan sendiri, dia belum bisa menerima pinangan ustadz Hamid. 

Bayangan ustadz Hamid dan Andi selalu muncul silih berganti. Andi yang sejak lama telah mengisi ruang hatinya, yang hingga saat ini belum mampu di lupakan. Andi yang meskipun sudh tidak ada kabarnya tetapi masih sellau datang dalam mimpinya. Andi yang kadang mampu menguras air mata Syafia dikala dia rindu, Andi yang sebenarnya sangat dia harapkan saat ini hadir menemuinya, melamarnya dn mengajaknya pergi. 

Syafia masih terbelenggu dalam pusaran rahasia hati yang dia simpan sendiri. Tidak ada seorangpun yang tau sebenarnya apa yang di inginkan Syafia, dengan menolak beberapa lamaran yang pernah disampaikan kepadanya. 

________

Pagi sekali Syafia sudah bersiap diri, hari ini dia sudah mengajukan ijin tidak masuk kantor karena akan ziarah ke makam kedua orang tuanya di Malang. Hampir semalaman Syafia menangis, tiba-tiba dia merasa sangat rindu kepada mama papanya, Syafia merasa sangat butuh mereka berdua saat ini, disaat Syafia merasa sangat rapuh. 

Syafia sengaja ziarah ke makam mama papanya tidak mengajak Syifa adiknya. Syafia ingin ungkapkan seluruh rahasia hatiny kepada kedua orang tuanya. Meskipun mereka tidak mmpu lagi mendengar curhatnya, tetapi Syafia berharap akan lebih baik setelah menumpahkan seluruh beban yng menghimpit batinnya. 

Setelah 3 jam perjalanan, sampailah Syafia di pemakaman umum dimana kedua orang tua Syafia dimakamkan bersebelahan. Syafia segera  menuju makam yang nampak tidak terawat, rimbun oleh rerumputan liat. Hampir 2 tahun sejak pindah ke Surabaya Syafia dan Syifa tidak pernah mengunjungi makam kedua orang tuanya. 

Syafia mencoba membersihkan beberapa rumput yang sudah merambat melilit batu nisan makam mamanya. 


Sabtu, 24 April 2021

RAHASIA HATI SYAFIA 23

 



Syafia terdiam, dia tidk tau apa yang harus dia katakan. Sama sekali di atidak mengerti apa yang sedang terjadi. Ukhti Ana melamar dirinya untuk suaminya? Sungguh hla yang sulit difahami oleh seorang wanita termasuk Syafia. 

Apa sebenarnya yang sedang terjadi pada Ana sang murobbi, apakah dia dalm keadaan tertekan sehingga dapat menyampaikan ini kepada Syafia. Atau memang dia sudah tidakencintia suaminya lagi sehingga di begitu saja dengan suka rela menyerahkan suaminya kepada orng lain? Syafia masih belum juga anisa memahami. Apakah memang ada ajaran cinta yang belum dia pelajari?! Batin Syafia. 

"Tidak mungkin unkti... " Jawab Syafia lirih. 

"Kenapa tidak mungkin ukhti?! Tnya Ana. 

" Tidak mungkin saya bisa menjadi madu ukhti Ana ... Sy tidak ingin ada setitik kebencian saja dri ukhti Ana untuk saya... Saya tidak mungkin ukhti Ana tersakiti karena perjodohna ini" Jelas Syafia. 

"Memang benar ukhti Fia... Pertama ustadz Hamid menyiapkan maksudnya ini, saya juga kaget.emgapa harus ukhti Fia yang harus ustadz Hamid pilih..? Kata Ana selanjutnya. 

" Bagaimana dengan ukhti Ana sendiri... Tidaklah ukhti Ana bisa menolak kalauemang ukhti Ana merasa tersakiti oleh ini?? Jawab Syafia nampak lebih tegas. 

"Keikhlasan itu sebuah perjuangan ukhti, tak seorangpun wanita yng tiba-tiba dengan begitu saja merelakna suaminya berbagi. Ini adalah bagian ujian saya sebagai seorang istri, apakah saya bisa tidak patuh pada suami, sementara Ridho Allah terletak pada ridho suami? Ujar Ana dengan mata nanar menatap Syafia. 

" Sebagai istri dan hamba Allah yang taat aku tidk boleh meolak ukhti, aku hanya yakin dengn ketentuan Allah, jika sekiranya Allah menghendaki sekeras apapun ku menolak, pasti akan terjadi. Karena tidak ada sesuatupun terjadi di bumi ini tnpa kehendakNya, bahkan termasuk duan kering yang jatuh di Malam hari" Lanjut Ana. 

" Sekarang saya berharap ukhti Ana tidak menolak kehendak ustadz Hamid, saya ikhlas ukhti, semoga semua akan membawa kebaikan" Tambah Ana kemudian ingin matikan jawaban Syafia. 

Sesaat Syafia masih belum bisa memberikan jawaban. Kejadian yng barusan terjadi benar-benar diluar bayangannya. Selama ini Syafia berprinsip tentng jodohnya kelak adalah seorang lelaki yang sholeh pasti dan yang tidak terikat hubungan perkawinan dengan orang lain atau beristri, pantang baginya untuk merusak kebahagiaan rumah tangga orang lain.

 Tapi apa yang sedang dihadapinya sekarang?! Justru istri tua mencib melamar diriku untuk suaminya? Dan itu adalah murobbi ku?! Subhanallah kenyataan apakah ini? Batin Syafia nampak meronta. 

"Mohon maaf ukhti, Ana belum mbero jawaban sekarang... Saya akan istiharoh dulu dan membicarakan ini dengan keluarga" Penolakan Syafia nampak masuk akal dan diplomatis, meskipun Syafia masih memberikan harapan pada kalimat penolakannya. 



Jumat, 23 April 2021

RAHASIA HATI SYAFIA 22

 

Syafia mengajak Ana ke gazebo samping asrama santri, gazebo berukuran 3m x 3m yang dikelilingi dengan taman bunga yang cukup teramat,en jadikan suasana di tempat itu asri, nyaman dan tenang. Apalagi saat jam masuk kelas, para santri biasanya memanfaatkan gazebo ini saat istirahat belajar untuk melepas kepenatan fikiran. 

Di halaman yang luasnya sekitar 1000 m2 itu ada setidaknya 4 gazebo yang terawat indah.  Gazebo-gazebo tersebut sengaja didirikan untuk para wali santri yang sedang berkunjung, agar bisa bercengkerama dengan putri mereka mengobati rindu karena sekian bulan baru boleh bertemu. Orang tua santri di Ar Rohman Boarding School ini boleh berkunjung setiap dua bulan sekali, sehingga saat jadwal kunjungan area gazebo inienjadi tempat paling ramai di asrama Ar Rahmah Boarding School atau yang sering mereka sebut RBS. 

Syafia sengaja mengajak Ana menuju gazebo paling ujung, situasiny paling asri karena dekat dengan air mancur  yang modifikasi indah dan alami. 

Sepanjang waktu berjalan menuju Gazebo yang merek tuju, tidak banyak mereka berkata-kata, menambah penasaran Syafia akan apa permasalahan yang ingin disampaikan Ana sang murobbi kepadanya. 

 "ada apakah dengn ukhti Ana?! Adakah yang salah dariku kepadanya? Tanya Syafia dalam hati. Pertanyaan yang tentunya tidak akan terjawab. 

Namun Syafia juga tidak berani untuk. menanyakan perihal sikap Ana kepadanya. Ana adalah guru nya yang sudah membimbing nya hingga menjadi seperti ini. Syafia sering berkata pada temannya, dia sangat bersyukur sudah dipertemukan dengan ukhti Ana dan akhwat-akhwat yang sudah dia anggap saudaranya, yang telah membawanya ke dunia yang benar-benar lain dari dunianya, berbeda dari dunia Syafia masa lalu yang bisa dibilang jahiliyah. 

" Ukhti... Kita bicara-bicaranya di sini saja ya..? Tanya Syafia pada Ana meminta persetujuan. 

"Iya ukhti ndak apa-apa... Di sini juga suasana nya enak" Jawab Ana datar. 

Sejurus kemudian mereka memgmbil tempat duduk lesehan di Gazebo yang setiap harinya terjaga bersih dan suci. 

"Maaf ukhti ada apa ya... Sepertinya ada sesuatu yang penting " Syafia mencoba memulai pembicaraan, melelehkan situasi yang semakin kaku. Dan Ana masih tetap diam saja, dengan mencoba untuk membentuk bibirnyenkadi sebuh senyuman, meski ti tangkap oleh Syafia sedikit dipaksakan. 

"Barangkali saya ada salah ukhti... " Lanjut Syafia. 

"Tidak kok ukhti tidak ada salah sedikitpun... Gimana di sini ukhti sudah krasan?! Ana balik bertanya pada Syafia. 

" Ahamdulillah ukhti kami kerasan di sini.. Kami sampaikan banyak terimakasih ukhti Ana sudah membawa kami ke sini... Saya sangat berhutang budi pada ukhti?!  Kata Syafia smbil tertunduk hari. 

Sesaat mereka saling tidak bicara, gemericik air mancur menambah sendu suasana siang itu, semakin lengkap dengn hembusan angin sepoi dari pohon paleng di sekitar gazebo yang terkadang melambai-lambai. 

" Maaf ukhti Fia.. Ada yang ingin saya sampaikan pada ukhti... " Ana membuka percakapan. 

" Tapi ukhti jangan kaget... Dan semua keputusan terserah pada ukhti" Sambung Ana yang membuat Syafia semakin penasaran. 

" Iy ukhti... Ada apa? Saya jadi semakin takut.. Apa saya ada salah ukhti?! Tanya Syafia sekali lagi karena takut dia melakukan kesalahan yang tidak dia sengaja. 

" Ukhti Fia sering ya bertemu ustadz Hamid?! Tanya Ana kemudian. 

Syafia semakin takut, "ada masalah apa ini? Batinnya. 

" Ya kalau sedang ada rapat saja ukhti... " Jawab Syafia agak sedikit takut. 

" Artinya ukhti sudha tahu dan mengenal ustadz Hamid ya... " Lanjut Ana. 

"Saya mengenal beliau sebatas beliau ada sumi ukhti Ana dan pimpinan pesantren ini ukhti " Jawab Syafia diplomatis. 

" Maaf ukhti... Andai ustadz Hamid menghendaki ukhti gimana? Pertanyaan Ana yang sangat mengejutkan Syafia, tetapi Syafia tidak ingin berasumsi. 

" Menghendaki saya bagaimana ukhti...?! Tanya Syafia balik menegaskan maksud sebenarnya dari perkataan Ana. 

"Ustadz Hamid ingin menjadikan ukhti sebagai matang " Jelas Ana lirih. 

Mendengar jawaban Ana, Syafia merasa bagai tersengat listrik 1000 watt, antara percaya dan tidak?! Bahkan Syafia berharap yang barusan dialaminya ini hanyalah sebuah mimpi. Dia cubit tangannya, ternyata benar ada rasa sakit. 

Berarti ini nyata" Batin Syafia. 

NEXT


"