MADRASAH KEHIDUPAN


IBU YANG PERTAMA MENGENALKAN CINTA DAN KASIH SAYANG, IBU YANG PERTAMA MENGAJARKAN TENTANG KEBENARAN, IBU YANG MEMBERI WARNA KEHIDUPAN, IBU MADRASAH PERTAMA KEHIDUPAN

Kamis, 14 Februari 2019

Butterfly 2


“ Sabar dik, kita akan lalui ini bersama … jangan takut jangan sedih, kata dokter insyaallah akan bisa diatasi dengan terapi “ kata suamiku seakan ingin menghapus dukaku dengan menggenggam erat tanganku, sepertinya dia hendak menyalurkan energi dan semangatnya padaku. Namun tetap saja, tak mampu kutahankan airmataku yang terus deras mengalir. Seakan hilang semua harapanku, luruh semangatku, hampa anganku. Aku bagaikan  akan melangkah ke padang gersang yang penuh dengan duri yang sewaktu-waktu akan menyakitiku dan mengakhiri hidupku.
Vonis dokter tersebut benar-benar aku rasakan  telah melumpuhkan otot-ototku yang memang sudah lemah, memporak porandakan bayangan kehidupanku yang sudah aku rencanakan dengan cermat, itulah bukti kuasa Tuhan Yang Maha Berkehendak Allah SWT. Aku bingung apa yang harus aku lakukan, apa yang bisa aku perbuat ?
Sesaat setelah dokter menjelaskan penyakit yang aku derita dengan detail pada suamiku, aku terdiam seribu bahasa, hanya air mata yang tak kuasa aku tahankan meleleh begitu saja. Meskipun dokter hanya memberikan tiga larangan pokok dalam menghadapi penyakitku, yang beliau sebut dengan istilah “3K” yaitu larangan Kepanasan, Kelelahan, dan Kepikiran. Namun itu cukup membuatku sesaat kehilangan arah hidupku yang selama ini tentu sangat erat dengan ketiga hal tersebut, sebagaimana manusia normal lainnya. Bagaimana aku beraktifitas tanpa terpapar sinar matahari, bagaimana aku tidak boleh lelah, bagaimana aku tidak boleh banyak berfikir. aku memiliki tugas dan kegiatan yang harus aku lakukan setiap pagi hingga sore hari yang sangat terkait dengan ketiga larangan tersebut? Sesaat aku rasakan diriku seperti telah bermutasi menjadi makluk lain yang hidup di dunia lain.
Sungguh kuasaMu Maha tak tertandingi Yaa Rabbul Izzati, pasti skenario yang telah Engkau tulis indah untukku,   aku benar-benar tidak berdaya, pasrah,  menyerah, tak mampu membuat rencana, pun merangkai harapan apapun. Aku lunglai, suamiku terus saja bicara mencoba menguatkanku, terus berusaha menghiburku, memotivasiku diantara derai air mataku yang tak jua mau berhenti, meskipun sudah aku coba untuk menahan diri dan menerima semuanya sebagai bagian dari takdirku.
Akupun tahu suamiku pun hancur, raut mukanya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya dalam polesan senyum yang dia coba buat untukku, tapi meskipun demikian aku bersyukur memiliki pendamping yang bisa menjagaku, mendampingiku dengan setia dalam setiap keadaanku. Semoga dia akan selalu ada disisiku sampai kapanpun dalam keadaan apapun diriku.
Satu kalimat yang tertuang dalam setiap alunan doaku adalah agar kami diberi kekuatan dan kesabaran menghadapi takdir indah dari sang Maha Kuasa yang telah dihadiahkan untukku.
Sedihku terasa telah sampai pada titik jenuhnya, hingga tak mampu lagi kurasakan kecuali kemudian selalu berusaha untuk berprasangka baik  bahwa ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT  kepadaku.  Kasih sayang Allah yang sangat besar sedang dicurahkan kepadaku, Allah inginkan aku menjadi orang yang super sabar, dan  bersih dari dosa pada akhir hidupku dengan rasa sakit yang akan terus aku coba tahankan dan sabarkan, serta kekuatan yang akan terus aku mohonkan. Kasih sayang Allah bersama Lupusku, kasih sayang Allah bersama pusing di kepalaku, bersama nyeri-nyeri tulangku, bersama kram otot yang setiap saat aku rasakan. Allah sungguh telah menunjukkan kasih dan cintaNya yang teramat besar padaku. Bersama setiap nyeriku terucap dzikir dan istighfar yang tak henti aku ucapkan, bersama pusing kepalaku kucoba alihkan dengan menikmati alunan ayat suci Al Qur’an dari HP ku, sungguh aku mulai melihat sakitku sebagai bentuk karunia indah yang telah mendekatkanku selalu padaNya.
Lupus sang kupu-kupu cantik jangan ditaklukkan, demikian dari banyak cerita teman dan litaratur yang sudah aku baca, tapi cobalah berdamai dengannya, karena dia akan selalu menemanimu selamanya. Mulailah mengenal karakternya, mulailah mengenal alarm kedatangannya, mulai mengenal apa yang bisa mengusiknya, dan mendamaikannya kembali. Berdamailah dengan tiga hal yang akan membuatmu melupakan sang kupu-kupu sedang ada bersamamu, tiga hal yang sederhana namun prinsip dalam kehidupan setiap makluk, yaitu hiduplah dengan bahagia, jangan lagi bekerja keras, dan mulai belajar pola hidup “vampire”  menghindari paparan sinar matahari atau kamu akan terbakar oleh sinarnya yang menyakitkan.
“Mulai saat ini aku akan bersahabat dengan sang kupu-kupu manis si luppy …” janjiku dalam hati.

Bersambung ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar