RAHASIA HATI SYAFIA
Oleh : Ummu Syafira
Sebuah alunan lagu sholawat terdengar dari gaway Syafia yang tergeletak di atas meja rias di kamarnya yng nampak tersusun rapi. Beberapa kali lagu berulang pertanda sang pemanggil mengulang kembali panggilannya beberapa kali, namun Syafia ynag sedang asyik memasak di dapur tidak juga mendengar.
Hari ini rencana teman-teman Syafia dari Malang akan datang berkunjung. Syafia dan Syifa sejak pagi sudah mulai mempersiapkan sambutan untuk Aida, Sulis dan teman lainnya yang akan datang sekitar ba'da dhuhur nanti.
Bebarapa jenis kue disiapkan syafia untuk menyambut kedatangan mereka. Syafia sengaja memasak nasi kebuli favorit mereka juga, mereka sering memasak nasi kebuli saat slesai ujian, biasanya mereka menyiapkan waktu sehari setelah ujian untuk berkumpul. Dlam waktu sehari itu, wktu benar-benar merek habiskan bersama seluruh penghuni rumah untuk bersih-bersih rumah dn masak nasi kebuli untuk merek mkan bersama. Sang tetangga para cowok itupun tidak lupa mereka selalu bagi sepiring besar untuk mereka.
Eitt... Bagi par aktivis dakwah, hampir seluruh waktunya diwakafkan untuk dakeah. Sehingga jarang sekalierek miliki waktu berkumpul lengkap semua anggota penghuni rumah selin waktu malam. Bahkan hari minggu saat libur kuliah pun mereka masing-masing memiliki jadwal halaqoh atau kegiatan dakwah lain ditempat yang berbeda. Mereka tidak pernh merasa lelahencari dan berbagi ilmu agama.
Pun demikian saat libur semester, mereka jarang sekali mengambil libur semester untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Bahkan kegiatan untuk mengisi liburan semester sudah jauh sebelumnya direncanakan. Biasanya mereka mengadakan kegiatan-kegiatan "Daurah" atau pelatihan !dalam bidang dakwah, ibadah, ekonomi Islam, politik Islam dan lain sebagainya.
_______
Tok... Tok... Tok..
"*Assalamualaikum... " Ucap salam mereka hampir bersamaan. Merek sudah tidak sabar inginbmengrtahui kabar Syafira dan Syifa.
"Waalaikumusalam wa rohmahtullah... " Jawab suara yng tidak asing lagi ditelinfah mereka.
"Ukhti... Kami datang" Teriak Aida sambil lngsung membuka lebar pintu rumah dan mengajak teman-temannya masuk.
"Alhamdulillah... Akhirnya bisa berjumpa lagi dengan kalian" Sambut Syafia sambil memeluk akhwat teman serumah nya saat mereka kuliah satu ersatu.
"Ayoo silahkan duduk" Syafia memersilahkan teman-temannya untuk mengikuti tempat duduk di kursi lusuh rumah tamunya.
"Maaf rumahnya jelek" Kata Syafia basa basi.
" Ndaklah ukhti... Rumah ini cukup menyenangkan, kecil tapi tertata indah" Kata Ika.
"Gimana... Ukhti Dia mau balik ikut kita alami ke Malang... Masih ada bad yng kosong kok" Goda Aida.
" Kalau bukan karena Syifa masih harus melanjutkan sekolahnya di sini, aku sih suka bersm kalian di Malang saja" Ujar Syafia datar.
"Tapi sudahlah... Memang jalan cerita dalam skenario Nya kami harus di sini", lanjut Syafia.
" Kalo aku seneng di surabaya ukhti ... Metropolitan, pasti ramai" Sahut Sulis.
"Oh iya.. . Semana Syifa ukhti... Kok sepi" Tnya Aida setelah mata indahnya memindai ruangan ndk menemukan Syifa.
"Syifa sedng di dapur.... Sebentar aku panggil" Kata Syafia.
"Ukhti ndak usah repot - repot... Kita kangen ngobrol-ngobrol dengan ukhti" Sahut Ika.
" Ndak lah ukhti... Masak kita sudah jauh-jauh dari Malang tidak ada suguhan.. " Celetuk Aida dengan gaya kocaknya.
" Bersalah Aida... Sudah kami siapkan semua... Termasuk makan sing nasi kebuli favorit kita.
"Lah... Ini baru luar biasa" Lanjut Aida sambil tertawa.
" Aku bantu ya... Yuukk kita kedapur saja... Masak bareng-bareng masak nasi kebuli bersama-sama" Ajak Aida kepada teman-temannya.
" Ndak usah ukhti... Sudah selesai kok"
" Aku masuk sebentar mnggil Syifa ya... " Kata Syafia sambil berlalu.
. NEXT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar