Seperti hari-hari biasa, pagi ini sehabis sholat subuh dan murojaah, Syafia sudh memulai aktifivitas bersih-bersih rumah mungil mereka dan memasak untuk sarapan pagi. Nun ad hl yng berbeda dari hari biasanya, nampak ada secerch aura bahagia di wajah dan mata Syafia yang nampak dapat dilihat oleh siapapun yng selm ini dekat Syafia. Nampak aura gembira, bahagia, semangat dan aura-aura positif lainnya.
"Kak Fia tumben... " Sapa Syifa merasa aneh melihat kakanya nampak gembira dan penuh semangat. Sfifa sngt senang melihat kakaknya sudah nampak mulu bisa melupakan dukanya.
"Tumben gimana... Perasaan biasa saja" Sahut Syafia mencoba menyembunyikan kebahagiaannya pagi ini.
"Ya... Kakak nampak beda saja ... Tapi Syifa ikut senang kok kak... " Jawab Syifa smbil memeluk kakaknya dari belakang.
" Iya... Mang kakak bahagia pagi ini"
"Gih... Segera sarapannya... Dan temui kakak di kamar ya.. " Lanjut Syafia sambil berlaluenuju kamar.
"Baik kakak cantik... " Sahur Syifa menggoda snang kakak.
Selesai sarapan dan membereskan piring dan sisa-siaa makanan untuk sarapan pagi ini, Syifa segera bergegas menuju kamar Syafia. Syifa agak penasaran, gerangn apa yang dirahasiakan oleh kakaknya?!
"Tok.. Tok.. Tok... Kak... Aku boleh masuk? Syifa minta aijin masuk kamar Syafia.
" Masuk ja Syifa... "
Sejurus kemudian Syifa membuka pintu, dan melihat kakaknya duduk di depn mek belajar sambil membawa amplop.
" Ada apa kak? Tnya Syafia masih bingung.
" Alhamdulillah... Kita dapat rezeki Syifa... Ini uang untuk bayar kuliahmu" Kata Syafia sambil menyodorkan amplop yang nampak agak tebal kepada Syifa.
" Kakak dapat uang dari mana..? Tanya Syifa agak sedikit enggan menerima amplop yng disodorkn Syafia.
"Kakak kna belum dapat pekerjaan... Apa kaka berhutang? Tnya Syifa sambil matanya berkata-kata.
" Alhamdulillah... Tidak adikku, kakak juga tidak berani berhutang.... Apa yang akan pkai u tuk bayar? Jawab Syafia.
"Syifa lupa bahwa Allah Maha Kaya? Ini adalaha rezeki dari Allah Syifa... Yang Allah erikan lewat tn-tan halaqoh kakak' lanjutnya dan sesaat kemudian mereka terdiam.
" Allah tidak akan membiarkan kita dlm kesulitan kalau kita sabar... Kita tidak udha takut, sellu ad jalan bagi Allah untukberikan rezekinya untuk kita Syifa" Yang disebut nampak masih dima tertunduk mencoba menyembunyikan tangisnya. Syifa tidak ingin disebut tidak yakin dengn keMahakasih Allah, Syifa tidak ingin dikatakan tidak sabar karena masihsaja mnnagis saat memikirkan kehidupannya dan kakaknya.
"Kemarin ukhti Ana datang ke sini, dan memberikan ini sebagai beasiswa untuk Syifa... Itu semua dari Allah Syifa... Kita tidak perlu malu dn sedih " Lanjutnya mencoba menasehati adiknya yang nampka masih sangat rapuh.
"Iya kak... Tapi ujian ini tercatat sangat besar untuk kita... Tiba-tiba saja kitaenkadi yatim piatu" Kata Syifa di telah isaknya.
"Tidak boleh begitu adikku... Kita aini milik Allah, maka terserah Allah saja mau menjadikn jalan cerita kita seperti apa.... " JawabSyafiasambil mengelus jilbab adiknya.
"Tpi Allah berjanji... Kalau kita sabar dan menyandarkan diri kita padaNya... Maka pertolongan Allah sangat dekat... Dan itu sudh kita Buktikan sekarang " Lanjut Syafia menasehati Syifa adiknya.
" Sudah ah nangisnya ... Nanti mata kamu sembab... Mau ke kmpus kan?!
Syafia segera mengajak adiknya berdiri dan memintanya untuk segera berkemas menuju ke. Kampusnya.
NEXT
"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar