MADRASAH KEHIDUPAN


IBU YANG PERTAMA MENGENALKAN CINTA DAN KASIH SAYANG, IBU YANG PERTAMA MENGAJARKAN TENTANG KEBENARAN, IBU YANG MEMBERI WARNA KEHIDUPAN, IBU MADRASAH PERTAMA KEHIDUPAN

Minggu, 18 April 2021

RAHASIA BILIK HATI 19

 


Aida sengaja tinggal menginap di rumah Syafia, setelah Syafia dengan serius memohonnya untuk tinggal. 

"Pasti ada sesuatu hl khusus yang ingin Syafia ceritakan padaku.... Baiklah ... Syafia sudah tidak memiliki seseorang yang mungkin bisa diajak berbagi" Batin Aida.

Setelah Syafia dengan sedikit memaksa Aida untuk tinggal, akhirnya Aida memutuskan untuk tinggal beberapa hari di rumah Syafia. Sementara kawan-kawan mereka yang lain sudah blik ke Malang setelah Sholat Maghrib. 

Syafia ingin Aida  tinggal, banyak hal yang ingin Syafia ceritakan pada Aida yang tidak bisa dia ceritakan kepada orang lain, termasuk adiknya. 

Semalaman hampir mereka tidak tidur, Syafia merasa sedikit lebih lega telah mencurahkan beban hatinya kepada sahabatnya Aida, tentang kenapa dia menolak lamaran ikhwan yng baik, tentang upaya untuk mendapat pekerjaan yang terganjl karena cadar yang dikenakan. Tentang  banting ukhti Ana sama murobbi yang telah menyelamatkan adiknya dari putus sekolah. 

Aida mendengarkan cerita Syafia dengan bijak dan serius, tak lagi ada canda sebagimana yng sering Aid lakukn dalm menanggapi suatu permasalahan. Aida mengerti bahwa ijin yang sedang diterima Syafia bukan ujian kecil yang bahkan dirinya sendiri pun barangkali tka mmpu menanggungnya. 

"Ukhti Fia .... Sepertinya memang kerja pada bidang publik ndak tepat untuk kita... Pakaian kita saja sudah menakutkan mereka... Masalahnya sebagian orang memang sengaja ingin merusak islam dengan memberi label teroris kepada muslimah bercadar seperti kita.." Sebuah analisis tajam dilontarkna Adia. 

"Tumben ku pinter... " Kata Syafia menggoda disambut dengan cubitan Aida, dan sesangat mereka bercanda tertawa bersama. 

" Serius ini ukhti Fia... Barangkali kalau ukhti masih sangat membutuhkan pekerjaan lupakan ijazah ukhti, jangan pake acuna apa jurusan kuliah kita dan ijazah kita, banyak orang sukses bukn karena ijazah, tapi karena keuletan dan kerja keras... Barangkali ukhti harus berfikir di bidang lain selain akuntansi... " Sambung Aida. 

"Kerja bidang apa ukhti? Saya tidak memiliki kapasitas keilmuan dan keahlian di bidang lain selain akuntansi" Jawab Syfia. 

" Barangkali buka warung bakso atau mie ayam atau nasi kebuli... Nih masih bidang akuntansi juga loh" Kata Aida sambil memasukkan gurauan agar Syafia tidak terlalu sedih dan tegang. 

" Aduh.. Rasany aku tidak bisa ukhti, aku ndak bisa masak juga agak malu jualan di pinggir jalan" Tepis Syafia. 

"Kalau jadi guru privat atu guru anak SD mapu..?. Aku kira ndk perlu ilmu khusus untuk mengajar anak SD, materi-materinya paling juga ukhti Fia masih apal dulu saat sekolah di SD" Aida mencoba menawarkan beberapa alternatif

"Barangkali  ukhti bisa kalau hnya sekedar menjadi guru SD ... " Lanjut Aida. 

Sementara yang diajak bicara sejak tadi diam saja, seakan bingung. 

"Kalau ukhti mau mencoba mengjar  sekedar ada pekerjaan saja, Ustadz Hamid sumi ukhti Ana punya lembaga di Surabaya sini... Mungkin nanti bisa aku sampaikan ke ukhti Ana kalau Dia sungkan sampaikan sendiri... "

"Iya ukhti... Akan saya coba... Sepertinya menarik beljar bersama anak-anak " Jawab Fia sejurus kemudian. 

"Tapi aku apa bisa diterima.. Tidak punya basic guru sama sekali? Ujar Syafia ragu. 

" InsyaAllah ukhti... Nanti aku tak main ke rumah ukhti Ana dan ceritakan ini,... InsyaAllah ustadz Hamid dan ukhti akan dengan senang hati membantu anti. 

" Baiklah ukhti... Bismillah saya akan mencoba"

"Ukhti Aida bntu ya ... Sampaikan ke ukhti Ana dan ustadz Hamid"

"Terimakasih Sahabat quu ...." Kata Syafia sam bil memeluk sahabatnya Aida, yang telah mau mendengar semua curhatan hatinya, dan karena telah menemukan jalan keluar dari permasalahan yang cukup membuatnya hampir putus asa. 

NEXT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar