RAHASIA BILIK HATI
Part : 7
Tak kuasa, kembali terjadi kecamuk di bilik hati Syafia. Lagu-lagu kenangan mereka berdua kini hampir setiap malam dia dengarkan dari suara indah dari kamar kost sebelah.
"Kenapa suaranya begitu sama persis dwngan suara mas Andi, dan lagu-lagu yang dinyanyikan pun sama dengan lagu-lagu sering yang dinyanyikan mas Andi ... Siapa sesungguhnya tetangga kost yang menyanyikannya ? Pertanyaan dalam hati Syafia yang tak pernah diungkapkan pada teman-temannya.
Syafia sangat menjaga diri, karena dimata teman-teman yang sekarang serumah dengan dirinya, dia dianggap lebih bahkan hampir seperti seorang murobbi bagi mereka. Syafia dianghap paling alim dan mampu menerapkan apa-apa yang di syariatkan kepada seorang muslimah oleh agamanya.
Namun Syafia tidak menyangkal sisi manusiawi yang dia miliki. Dia punya hati yang memiliki naluri mencintai, merindu bahkan kadang merana kesepian. Sedangkan dibilik hatinya yang lain berteriak keras menyuarakan Cinta yang layak dimiliki hanya untuk yang Maha Kasih, rindu hanya pantas dicurahkan hanya kepada Yang Maha tinggi, dan harapan hanya layak disandarkan kepadaNya yang Maha Pengatur hidup.
Semakin rasa itu ingin dia abaikan, bahkan menyeruak semakin kuat menggelitik hatinya. Ada rindu yang semakin mengiris kalbunya, ada nyeri di dasar hati yang dia suarakan lirih dalam setiap alunan doanya. Ada rasa penasaran yang kuat tentang siapa sebenarnya laki-laki bersuara seseksi Bebi Romeo penghuni kost sebelah ?!
Ada rasa syahdu yang tak dapat dilukiskan, ada galau yang tak dapat dia hiraukan, ada sepi yang tak mampu dia sembunyikan. Syafira tiba-tiba rapuh dalam wujud yang coba dia tampakkan perkasa.
Kini dalam sujud malamnya selalu dihiasi dengan butiran2 bening air mata yang memendarkan cahaya malam, menghaturkan rasa penyesalan atas ketakberdayaan pada kekasih diujung malam. Menyampaikan penyesalan atas ketakmampuannya menyatukan hatinya yang berserakan dalam keping2 cinta yang tak utuh hanya padaNya.
Sedihnya untuk rindu yang tak lagi mampu dilupakannya, untuk kesepian yang tak bisa diabaikannya. Juga untuk rasa cinta fananya yang semakin sulit dia hapuskan.
__________
"Assalamualaikum ..." Tok tok tok ... Suara ucapan salam seorang kali-laki dan ketukan pintu terdengar dari pintu belakang rumah kontrakan para akhwat.
"Hai ... Seperti ada yg ketut pintu belakang" kata Sulis pada Aida saat mereka sedang ngobrol berdua di kamar siang itu.
" Siapa ... ? Tanya Aida balik.
"Mana aku tau ... Ayo gih sana" Sulis mendorong Aida, tapi yang di dorong tak juga beranjak.
" Sepertinya suara cowok sebelah"
"Mau apa dia ...? Kata Aida dengan tetap dalam posisi rebahan di ranjang.
" Assalamualaikum ..." Suara salam terdengar lebih keras.
"Waalaikum salam " terdengar suara Ika menjawab salam dari dalam kamarnya, dan segera berlari menuju pintu belakang setelah merapikan jilbabnya.
" Maaf mbak ... Ini kolak tape ... Barusan kami masak ... Terimakasih dapurnya" Kata seorang pemuda dengan perawakan tanggung sambil menyodorkan semangkuk kolak tape kepada Ika yang nampak masih bengong. Kemarin siang memang perwakilan mereka minta ijin untuk menggunakan dapur siang ini.
" E .. Iya terimakasih" Jawab ika gugup karena tidak menyangka cowok tetangga sebelah berbaik hati berbagi kolak tape kepada mereka yang selama ini sudah bersikap cuek.
Dan si cowok segera berlalu, sebelum Ika sempat sampaikan terimakasihnya, dan segera menutup pintu kembali.
" Ukhti - ukhti semua ... ini ada kiriman kolak dari teman kost sebelah ... Sini keruang makan" ika berteriak memanggil teman-temannya.
" Teman cowok yang mana tadi ... Apa mas Heri ? Tanya Aida sambil menarik tempat duduk.
" Heri siapa ... Memang kamu sudah kenalan sama mereka? Tanya Ika heran pada Aida.
"Iya ... Kemarin pas mau ambil jemuran, ada mas nya yang kecil sepertinya masih semester dua dia ... Aku tanya yang biasa gitaran malam itu siapa ... Katanya namanya mas Heri anak Fisipol semester 7 " Kata Aida tidak peduli semua mata menatapnya dengan tatapan heran.
"kok bisa sih ..." celetuk Fika.
" Dia juga jelasin yang namanya Heri itu orangnya paling tinggi, besar dan ganteng " lanjut Aida merasa tak bersalah dengan yang dilakukannya.
"Heemmm ..." Sahut Syafia dingin.
"Aku tau yang paling seneng dengar berita ini pasti ukhti Fia .." goda Aida pada Syafira.
" Kok bisa aku yang paling seneng alasannya apa .." tukas Sayafia merasa keki ditebak Aida demikian. Fia tak menyangka Aida bisa tahu apa yang dia sembinyikan dalam hatinya.
" Karena aku tahu ... Sejak si abang suka menyanyikan lagunya Bebi Romeo tiap malam, ada yang syahdu diwajah ukhti ... Pasti masa lalu kembali teringat" Aida semakin menggoda Syafia.
" Astaghfirullah ... Ndak lah " Syafia nampak jengkel dengan godaan Syafira sambil berdiri dan pergi meninggalkan mereka.
" Hei ... Nih gimana kolaknya "
"Makan ja sana ... Ana da kenyang" kata Syafira terus berlalu menuju kamarnya.
Next ...
#SHSB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar