MADRASAH KEHIDUPAN


IBU YANG PERTAMA MENGENALKAN CINTA DAN KASIH SAYANG, IBU YANG PERTAMA MENGAJARKAN TENTANG KEBENARAN, IBU YANG MEMBERI WARNA KEHIDUPAN, IBU MADRASAH PERTAMA KEHIDUPAN

Rabu, 19 Agustus 2020

W A K T U

 W A K T U


Demi masa, sungguh manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta nasehat menasehati untuk kebenaran dan kesabaran ( Q.S. Al 'Asr : 1 - 3 )


Waktu pada hakekatnya adalah batas kehidupan antara kelahiran dan kematian. Sebelum kelahiran tidak ada perhitungan atas waktu, pun saat telah terjadi kematian maka hitungan waktu kitapun sudah purna.


Dalam Al Qur'an waktu  sangatlah istimewa,  sehingga berulang kali Allah SWT bersumpah dengan kata penunjuk waktu, wallaili (demi waktu malam), waannahar (demi waktu siang), walfajr (demi waktu fajar), wadhuha (demi waktu dhuha), dan lain-lain. 


Setiap makhluk memiliki kuantitas waktu yang menjadi rahasia Allah SWT. Tak ada seorangpun yang mengetahu sampai kapan batas waktu yang diberikanNya untuk kita. Sebagai motivasi agar umat manusia selalu waspada dan mawas diri dalam menggunakan detik demi detik waktunya. Karena masa depan hidup kita setelah mati  ditentukan oleh bagaimana kita melewati waktu di dunia yang sangat terbatas ini.  


Dan dengan sifat Rahman dan RahimNya, Allah tidak membiarkan manusia berjalan menyusuri waktu dengan gelap.  Allah telah memberikan rambu-rambunya dengan sangat jelas sebagai tuntunan dengan Al Qur'an dan Al Hadits. Bahwa mereka yang beruntung adalah yang telah memanfaatkan waktunya dalam kebaikan, dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran.


Bagaimana dengan waktu kita ?! Sudah kita habiskan untuk apa saja waktu kita ?! Berapa banyak kebaikan yang telah kita buat  ?! Tentunya kan sulit untuk menghitungnya, kecuali coba kita hitung dengan rata-rata berapa jam waktu yang kita gunakan untuk kebaikan dalam sehari?, berapa jam yang telah kita sia2kan? Dan bahkan jangan2 masih ada tersisa waktu kita untuk keburukan ??!


Sungguh diri ini dalam kerugian yang sangat besar, waktu berlalu dengan tidak banyak manfaat. Dari menit ke menit terlalui tanpa banyak berbuat untuk kebajikan, terlalu sibuk melakukan hal untuk memenuhi kepuasan diri, kesenangan diri,  pencitraan diri, bahkan berdebat dan saling hujat. Astaghfirullahal adzim.


Semoga waktu yang tersisa, lebih bermakna dan berarti untuk bekal diri menghadap yang Maha Kasih Allahu Rabbi. Semoga waktu yang tersisa masih cukup untuk bertaubat membersihkan dari lumpur dosa yang telah sekian lama mengotori diri. Semoga waktu yang tersisa masih cukup untuk menuliskan cerita indah yang tak akan dilupa meski kita tutup usia. Semoga waktu kita yang tersisa barokah fiddunya hasanah  wafill akhiroti hasanah .. Aamiinn 🤲🤲


Wallhu  a'lam bissowab .. 😍😍


#Muhasabah_Diri#

#Ahad_Berkah#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar